Cara Meningkatkan Hasil Produksi Industri

Kegiatan produksi merupakan elemen yang sangat penting dalam siklus ekonomi. Produksi berhubungan erat dengan kegiatan lainnya yaitu distribusi dan konsumsi. Jika kegiatan produksi terganggu maka produk tidak akan bisa didistribusikan kepada konsumen. Lantas apa pengertian produksi? Bagaimana cara meningkatkan hasil produksi? Silahkan simak ulasan kami di bawah ini.

Pengertian Produksi

Dalam ilmu ekonomi, produksi adalah suatu kegiatan atau usaha yang dilakukan oleh manusia untuk menghasilkan atau menambah nilai guna suatu barang dan jasa. Nilai guna bisa juga diartikan sebagai nilai harganya.

Sebagai contoh, misalkan kita menanam singkong, maka kita akan menghasilkan singkong dan singkong tadi memiliki harga untuk dijual. Contoh lain kegiatan produksi adalah menjahit sebuah baju, ini berarti kita menambah nilai guna dari benang menjadi kain, dan kain menjadi menjadi baju. Sehingga, baju tadi memiliki harga yang tinggi untuk dijual.

Secara umum, dapat disimpulkan bahwa kegiatan produksi meliputi dua hal yaitu, pertama menghasilkan suatu barang dan jasa. Kedua, menambah nilai guna suatu barang maupun jasa.

Tujuan Produksi

Pada kegiatan produksi tentu pasti ada tujuannya. Berikut tujuan produksi yang dilakukan oleh manusia :

  1. Untuk memenuhi kebutuhan manusia.
    Jenis kebutuhan manusia terhadap barang dan jasa juga beragam. Seluruh kebutuhan tersebut harus terpenuhi. Oleh sebab itu, manusia melakukan kegiatan produksi. Karena jumlah manusia semakin hari semakin bertambah, maka kita juga dituntut untuk meningkatkan hasil produksi barang dan jasa.
  2. Untuk menjaga kelangsungan hidup perusahaan.
    Dengan menghasilkan barang dan jasa melalui kegiatan produksi, maka perusahaan akan mendapatkan laba/keuntungan dari hasil penjualannya. Nah, laba inilah yang digunakan untuk membiayai karyawan, sehingga perusahaan tetap ada dan tetap melakukan kegiatan produksi sebagaimana mestinya.
  3. Untuk meningkatkan mutu barang.
    Setiap produsen selalu senantiasa dengan senang hati untuk memuaskan konsumennya. Melalui kegiatan produksi inilah, seorang produsen bereksperimen bagaimana cara menghasilkan barang dan jasa yang berkualitas. Sehingga, barang tersebut banyak diminati oleh seorang konsumen.
  4. Untuk mengganti barang yang rusak.
    Produk yang telah rusak akibat pemakaian yang lama atau hal lain tidak akan berguna lagi. Ketika suatu barang sudah rusak, maka barang tersebut harus diganti dengan cara memproduksi barang yang baru.

Tingkatan Produksi

Suatu proses produksi terbagi menjadi tiga tingkatan, yaitu primer, sekunder dan tersier. Berikut penjelasannya.

  • Primer, merupakan suatu kegiatan produksi yang dilakukan guna menghasilkan bahan-bahan dasar yang dapat dikonsumsi secara langsung atau digunakan pada proses produksi selanjutnya.
  • Sekunder, merupakan suatu kegiatan produksi dengan cara mengolah bahan-bahan dasar yang dihasilkan pada produksi primer.
  • Tersier, merupakan suatu kegiatan untuk memperlancar proses produksi dan menyalurkan hasil produksi.

Cara Meningkatkan Hasil Produksi dengan Perluasan Produksi

Cara meningkatkan hasil produksi atau yang dikenal dengan perluasan produksi, yaitu suatu usaha yang dilakukan dengan tujuan untuk menambah jumlah (kuantitas) dan meningkatkan mutu (kualitas) dari suatu barang dan jasa yang dihasilkan.

1. Ekstensifikasi

Ekstensifikasi adalah suatu usaha perluasan produksi yang dilakukan dengan cara menambah faktor produksi. Misalnya, menambah pabrik baru, menambah mesin baru, pembukaan lahan baru dan penambahan karyawan baru.

2. Intensifikasi

Intensifikasi adalah suatu usaha perluasan produksi dengan cara memperbesar kemampuan dalam berproduksi. Dengan memanfaatkan faktor produksi yang sudah ada tanpa harus menambahnya. Intinya lebih kepada peningkatan mutu dan kualitas hasil produksi. Misalnya dengan memilih bibit unggul, memilih pupuk yang berkualitas dan memperbaiki sistem irigasi.

3. Diversifikasi

Diversifikasi adalah suatu usaha perluasan produksi dengan cara menambah jenis produksi. Intinya yaitu menghasilkan produk baru yang berbeda dari produk yang dihasilkan sebelumnya. Misalnya, suatu pabrik awalnya hanya menghasilkan bahan dasar kain, maka pabrik tersebut dapat melakukan diversifikasi dengan cara menambah jenis produksi berupa baju, kain sarung dan tirai kamar.

4. Normalisasi

Normalisasi adalah suatu usaha perluasan produksi dengan cara menambah keberagaman dari satu jenis produksi. Ingat, ini berbeda dari diversifikasi. Jika diversifikasi menambah jenis produk baru, maka normalisasi menambah keberagaman dari satu jenis produk. Misalnya, suatu pabrik hanya memproduksi kertas HVS ukuran A4, maka pabrik tersebut dapat melakukan normalisasi dengan cara memproduksi kertas HVS dengan ukuran A0, A1, A2, A3 dan ukuran lainnya, tetapi masih satu jenis produk yaitu kertas HVS.

5. Spesialisasi

Spesialisasi adalah suatu usaha perluasan produksi dengan cara mengadakan pembagian kerja. Jadi, kemampuan masing-masing orang lebih terfokus dan spesial. Misalnya, masing-masing satu orang hanya mengerjakan satu bagian saja, memotong kain sendiri, memasang kancing sendiri, memasang kerah baju sendiri dan menjahit baju sendiri.

6. Mekanisasi

Mekanisasi adalah suatu usaha perluasan produksi dengan cara menggunakan mesin-mesin produksi untuk menghemat waktu dan tenaga. Sehingga hasil produksi bisa meningkat dari segi jumlah dan kualitas.

7. Fasilitas dan Kemudahan

Suatu usaha perluasan produksi yang dapat dilakukan oleh pemerintah yang bertindak sebagai pengambil kebijakan umum dan pengawasan. Jadi, pemerintah sebaiknya membuat kebijakan yang dapat memberikan fasilitas kemudahan bagi produsen untuk memperlancar kegiatan produksinya, bukan menghambat kegiatan produksi.

Demikianlah beberapa tips cara meningkatkan hasil produksi industri dengan perluasan produksi. Semoga kualitas dan kuantitas barang juga meningkat.

Baca Juga : Keuntungan Produksi Massal

Tinggalkan komentar