Gotong Royong Adalah: Tujuan, Manfaat Dan Contoh

Gotong royong – Kita sebagai makhluk sosial tidak akan pernah bisa hidup sendiri tanpa bantuan orang lain demi kelangsungan hidup. Adanya sikap saling tolong menolong antar sesama dapat membuat hidup ini lebih damai, aman dan tentram.

Semangat gotong royong atau saling membantu tidak akan pernah lepas dari perilaku masyarakat Indonesia. Hal ini sudah dibuktikan oleh para pahlawan dan pendiri bangsa yang bersatu dalam mengusir penjajah dan meraih Kemerdekaan Negara Indonesia melalui rasa Nasionalisme.

Lalu, apa arti kata gotong royong? Simaklah ulasan kami di bawah.

Pengertian Gotong Royong

  • Gotong royong adalah saling bekerja sama untuk mencapai hasil suatu pekerjaan yang diinginkan.
    Dalam agama islam, semangat gotong royong juga menjadi patokan tingkat keimanan seorang muslim sesuai dengan ajaran Rasulullah SAW. Jadi, seorang muslim yang beriman pasti suka tolong – menolong terhadap sesama makhluk hidup lainnya.
  • Menurut KBBI, gotong royong adalah bekerja bersama-sama (tolong – menolong, bantu – membantu) diantara anggota – anggota suatu komunitas.
  • Menurut Koentjaraningrat, gotong royong adalah kerjasama “Tidak beriman salah seorang diantara kamu sampai ia mencintai saudaranya sama dengan mencintai dirinya sendiri”.
  • Menurut Sakjoyo dan Pujiwati Sakjoyo, gotong royong adalah merupakan adat istiadat tolong menolong antara warga dalam berbagai macam lapangan aktivitas sosial, baik berdasarkan hubungan tetangga kekerabatan yang berdasarkan efisien yang sifatnya praktis dan ada pula aktifitas kerja sama yang lain.
  • Menurut  Koenjaraningrat (dalam Selvi S. Padeo, 2012 : 87) mengemukakan gotong royong adalah suatu konsep yang erat sangkut pautnya dengan kehidupan masyarakat sebagai petani pada masyarakat agraris. Gotong royong merupakan suatu sistem pengarahan tenaga tambahan dari luar keluarga untuk mengisi kekurangan dalam rangka aktifitas produksi bercocok tanam.
  • Menurut Mubyarto, gotong royong adalah kegiatan bersama untuk mencapai tujuan bersama.

Unsur – Unsur Gotong Royong

  • Kesatuan
  • Kebersamaan
  • Kekeluargaan
  • Kerukunan

Manfaat Gotong Royong

manfaat kerjasama
Sumber: harianhaluan.com
  1. Agar lingkungan tempat kita tinggal bersih dan nyaman.
  2. Menjaga rasa solidaritas antar sesama manusia.
  3. Menjaga kehidupan masyarakat agar lebih baik.
  4. Untuk menghemat biaya kegiatan RT/RW dengan adanya gotong royong.
  5. Pekerjaan menjadi lebih cepat selesai.
  6. Saling mengenal satu sama lain.
  7. Saling mempererat tali persaudaraan dan kebersamaan warga.
  8. Dapat meningkatkan keamanan lingkungan tempat tinggal.
  9. Dapat menciptakan ketentraman dan kedamaian antar sesama warga.
  10. Gotong royong tidak mengenal perbedaan, sehingga ketika dilaksanakan semua akan terasa sama.

Tujuan Gotong Royong

  1. Mengajak seluruh individu saling bekerja sama untuk menyelesaikan suatu masalah dalam lingkungan.
  2. Meningkatkan tali persaudaraan dan kebersamaan antar sesama warga.
  3. Membuat warga semakin kompak dan mengenal satu sama lain.
  4. Membuat suatu pekerjaan menjadi lebih mudah dan ringan.
  5. Mempererat rasa kesatuan dan persatuan.
  6. Menghemat pengeluaran.
  7. Mempercepat penyelesaian suatu pekerjaan.

Nilai Yang Terkandung Dalam Kegotong – Royongan

1. Nilai Kebersamaan

Semangat gotong royong mencerminkan kebersamaan yang tumbuh dalam diri lingkungan masyarakat.

Dengan gotong royong, seluruh warga masyarakat mau bekerja sama untuk membangun suatu fasilitas umum yang dapat dipakai bersama.

2. Nilai Persatuan

Dengan timbulnya kebersamaan maka akan terjalin rasa persatuan antar warga masyarakat. Sehingga, masyarakat menjadi lebih kuat dalam menghadapi permasalahan yang ada.

3. Nilai Rela Berkorban

Sikap gotong royong akan mengajarkan kita untuk rela berkorban demi kepentingan bersama. Rela berkorban tersebut berupa waktu, tenaga, pikiran dan uang.

4. Nilai Tolong Menolong

Kegiatan gotong royong akan membuat masyarakat saling bahu – membahu untuk menolong orang lain. Sekecil apapun pertolongan atau kontribusi seseorang, akan berdampak besar terhadap orang lain.

5. Nilai Sosialisasi

Sikap gotong royong akan menyadarkan manusia bahwa dirinya merupakan makhluk sosial yang membutuhkan bantuan orang lain.

Selama proses, manusia akan mengenal satu sama lain, sehingga sosialisasi akan terus terjaga.

Contoh Gotong Royong

contoh gotong royong
Sumber : rri.co.id

Di Sekolah

  1. Pasca letusan gunung Kelud, semua siswa SDN 02 Sumberari bergotong royong untuk membersihkan sisa pasir dan abu vulkanik yang disebabkan oleh erupsi Gunung Kelud.
  2. Menjelang hari libur tiba, seluruh warga sekolah melakukan gotong royong untuk membersihkan lingkungan sekolah.
    Kegiatan gotong royong diantaranya mulai dari membersihkan rumput, menyapu kelas, membersihkan kaca jendela, dan membuang sampah.

Di Masyarakat

  1. Jum’at (14/06), sejumlah masyarakat di Kecamatan Eris terlihat bergotong-royong dalam membersihkan ruas jalan raya yang dimana merupakan penghubung dari kecamatan Eris dan kecamatan Kakas. Menurut camat dari Kecamatan Eris, Dedy Tumarar menuturkan kegiatan ini untuk memelihara kebersihan lingkungan, pembersihan semak-semak yang tumbuh disisi jalan dan untuk mengurangi resiko kecelakaan.
    Ia juga menyebutkan bahwa kegiatan seperti ini rutin diadakan setiap minggunya pada hari Jum’at.
  2. Warga suka makmur sadar betul jika keindahan, kedamaian dan kebersihan merupakan sebagian dari iman.
    Sehingga mereka sangat antusias dalam menjalankan kegiatan gotong royong.
    Warga suka makmur banyak yang turun langsung ke lapangan untuk membersihkan sampah, rumput liar, memperbaiki selokan, dan kegiatan lainnya. Hal itu juga dilengkapi dengan keramahan sejumlah warga yang turut menyediakan makanan dan minuman kepada warga lainnya dengan sengaja dan ikhlas.
    Sehingga, otomatis rasa persatuan dan kebersamaan pun akan tumbuh menjadi semakin tinggi dan baik.
  3. Saling gotong royong dalam membangun tempat ibadah yang nantinya dapat dimanfaatkan bersama-sama.

Di Rumah

  1. Membersihkan bagian rumah bersama-sama pada hari libur.
  2. Membersihkan halaman rumah bersama-sama.
  3. Bekerja sama memperbaiki bagian rumah yang rusak.
  4. Bercocok tanam bersama.

Implementasi Dalam Masyarakat Indonesia

  1. Membangun rumah salah seorang warga yang sedang membangun rumah. Kegiatan ini biasanya dilakukan dalam satu hari penuh yang sering disebut sebagai sambatan dalam tradisi Jawa.
  2. Membangun masjid.
  3. Membersingkan lingkungan komplek, desa, atau lingkungan lainnya.
  4. Membangun jalan sebagai fasilitas yang dapat digunakan sebagai fasilitas umum.
  5. Membangun sarana olahraga seperti lapangan sepak bola atau lapangan bulu tangkis.
  6. Menanam pohon disekitar lingkungan komplek atau pedesaan.
  7. Melakukan rapat warga dihari minggu yang juga dikategorikan sebagai bagian dari suatu kegiatan gotong royong.

Upaya Pelestarian Kegotong-Royongan

Hendaknya semangat gotong royong jangan sampai pudar, karena sudah diamanatkan oleh pendiri bangsa di dalam Pancasila.

Supaya tidak memudar oleh perkembangan zaman, sangat diperlukan partisipasi dari masyarakat dan pemerintah untuk melestarikan budaya dan sikap gotong royong ini. Adapun beberapa upaya yang dapat dilakukan, antara lain:

Pihak Masyarakat

  1. Meminimalisir atau menghilangkan anggapan bahwa kegiatan gotong rayong adalah tidak penting. Sehingga akan membangun motivasi dan semangat untuk terus melestarikan gotong royong ini.
  2. Tidak memanfaatkan kasus tertentu atau RAS.
  3. Meminimalisir jarak antar lapisan masyarakat, sehingga nantinya tidak ada rasa canggung antar sesama anggota masyarakat.

Pihak Pemerintah

  1. Memberikan contoh dan teladan kepada masyarakat untuk senantiasa mengaktifkan kegiatan gotong royong dan turun ke lapangan secara langsung.
  2. Memberikan hadiah atau reward kepada pihak tertentu yang aktif menjalankan kegiatan gotong royong. Supaya masyarakat termotivasi untuk melakukan kegiatan tersebut.

Kendala Gotong Royong di Era Digital

  1. Nilai gotong royong belum dijelaskan seluruhnya kepada siswa di sekolah. Sehingga pemahaman siswa terhadap gotong royong sangatlah kurang dan berdampak pada perilaku mereka.
  2. Kurangnya pemahaman masyarakat terhadap sikap gotong royong yang dianggap tidak relevan lagi digunakan saat ini.
  3. Berkurangnya rasa sosial baik masyarakat di perkotaan maupun di pedesaan.
  4. Kurangnya teladan dan partisipasi dari pemerintah untuk turun tangan langsung ke masyarakat untuk membangkitkan kembali rasa gotong royong yang telah memudar dalam kehidupan masyarakat.

Asas Gotong Royong

Latar belakang dan pentingnya bergotong – royong :

  1. Semua manusia membutuhkan orang lain untuk memenuhi kebutuhan jasmani dan rohani.
  2. Manusia akan memiliki kehidupan bermakna ketika ia berada dalam lingkungan kehidupan sesamanya.
  3. Manusia sebagai makhluk berbudi luhur memiliki rasa saling mencintai, tenggang rasa dan mengasihi antar sesamanya.
  4. Dasar keimanan dan juga ketaqwaan terhadap Tuhan YME menuntut setiap manusia untuk saling bekerjasama, bergotong royong dalam upaya mencapai kesejahteraan hidup, baik di dunia ataupun di akhirat.
  5. Dalam bergotong royong, suatu kegiatan atau usaha akan menjadikan lebih ringan, mudah dan juga lancar.

Faktor – Faktor Pendorong

  • Manusia adalah makhluk sosial.
  • Keikhlasan berpartisipasi serta kebersamaan atau persatuan.
  • Terdapat kesadaran saling membantu serta mengutamakan kepentingan bersama atau umum.
  • Peningkatan atau pemenuhan untuk kesejahteraan.
  • Usaha penyesuaian dan integrasi atau penyatuan kepentingan sendiri dengan kepentingan bersama.

Karakteristik Gotong Royong

  • Sebagai sifat dasar unggulan bangsa Indonesia yang tidak dimiliki oleh bangsa lain.
  • Terdapat rasa kebersamaan dalam menyelesaikan suatu pekerjaan.
    Nilai kebersamaan ini harus selalu dijunjung tinggi dan dilestarikan agar tidak memudar dalam kehidupan masyarakat.
  • Memiliki nilai-nilai luhur dalam kehidupan.
  • Menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, sebab dalam kegiatan gotong royong, setiap pekerjaan yang dilakukan secara bersama tidak akan memandang kedudukan derajat seseorang. Tetapi, memandang keterlibatan setiap individu dalam proses sampai hasil yang diharapkan.
  • Mengandung makna saling membantu yang dilakukan guna kebahagiaan serta kerukunan hidup masyarakat.
  • Kegiatan yang dilakukan secara bersama secara sukarela tanpa mengharapkan imbalan apapun. Dengan tujuan agar pekerjaan lebih mudah, ringan dan lancar.

Demikianlah ulasan mengenai manfaat dan tujuan gotong royong yang selalu ada dalam diri masyarakat Indonesia. Jadi, gotong royong adalah sikap saling bekerja sama dalam mencapai tujuan yang diimpikan. Sesuai kata petatah “Yang berat sama dipikul, yang ringan sama dijinjing”.

Tinggalkan komentar