Pengertian Semangat Kerja dan Cara Meningkatkan Semangat Kerja

Pengertian Semangat Kerja – Semangat kerja merupakan hal yang harus dimiliki oleh setiap karyawan agar produktivitas kerja lebih meningkat. Oleh karena itu, untuk dapat meningkatkan produktivitas kerja lebih tinggi lagi, perusahaan perlu menimbulkan semangat kerja dari para karyawannya.

Jika tingkat semangat kerja karyawan sangat tinggi maka banyak manfaat yang akan didapatkan oleh perusahaan tersebut.

Pengertian Semangat Kerja

Semangat kerja menurut Alex S. Nitisemito (1996 : 160): “Pengertian Semangat Kerja adalah melakukan pekerjaan secara lebih giat, lebih cepat dan lebih baik yang diiringi dengan kesenangan yang mendalam terhadap pekerjaan yang dilakukan”.

Apabila suatu perusahaan mampu meningkatkan semangat kerja, mereka akan memperoleh banyak keuntungan. Dengan meningkatnya semangat kerja, maka pekerjaan akan lebih cepat diselesaikan, kerusakan akan dapat dikurangi, absensi akan dapat diperkecil, kemungkinan perpindahan karyawan atau pegawai dapat diperkecil seminimal mungkin.

Menurut Malayu S. P. Hasibuan (2003 : 198) mengemukakan bahwa: Semangat kerja adalah kemauan dan kesenangan mendalam terhadap pekerjaan yang dilakukan.

Dari definisi yang dikemukakan di atas, dapat disimpulkan bahwa semangat kerja merupakan gambaran sikap yang diberikan oleh seorang karyawan terhadap pekerjaan dan lingkungan kerjanya, dimana hal tersebut dicerminkan dalam perasaan puas, senang dan giat bekerja.

Indikasi Perubahan Semangat Kerja

Tanda-tanda perubahan kondisi semangat kerja perlu diketahui oleh perusahaan agar dapat mengambil tindakan perbaikan, sehingga semangat kerja karyawan tidak menurun dan perusahaan dapat terhindar dari kerugian. Indikasi turunnya semangat kerja ini merupakan hal yang tidak mutlak, namun kondisi tersebut sering dialami oleh perusahaan pada umumnya. Menurut Alex S. Nitisemito (1996 : 161) tanda-tanda perubahan semangat kerja karyawan adalah sebagai berikut:

1. Turunnya atau rendahnya produktivitas kerja

Salah satu tanda adanya perubahan kondisi terhadap semangat kerja karyawan ditunjukkan dari turunnya produktivitas kerja, misalnya terjadi kemalasan, penundaan pekerjaan, dan sebagainya.

2. Tingkat absensi yang tinggi

Tingkat absensi yang naik, sebenarnya juga merupakan salah satu indikasi turunnya semangat kerja, karena itu bila ada gejala-gejala absensi naik maka perlu segera dilakukan penelitian. Bila semangat kerja karyawan turun, maka mereka akan malas datang bekerja setiap hari. Apalagi kalau kompensasi atau upah yang diterimanya tidak dipotong waktu mereka tidak masuk, setiap ada kesempatan untuk tidak bekerja akan mereka pergunakan.

3. Tingkat perpindahan karyawan yang tinggi (LTO)

Tingkat perpindahan karyawan yang tinggi diakibatkan ketidaksenangan mereka pada perusahaan tersebut. Mereka berusaha mencari pekerjaan lain yang dianggap lebih sesuai. Selain menurunkan produktivitas, tingkat keluar masuknya karyawan yang tinggi dapat mengganggu kelangsungan jalannya perusahaan. Perpindahan karyawan juga terjadi karena jumlah tenaga kerja yang diperlukan jauh lebih sedikit daripada permintaan atau munculnya perusahaan baru.

4. Kegelisahan dimana-mana

Kegelisahan akan terjadi bilamana semangat kerja menurun, kegelisahan tersebut dapat terwujud dalam bentuk ketidaktenangan kerja, keluh kesah, dan sebagainya.

5. Tuntutan yang sering terjadi

Tuntutan merupakan perwujudan dari ketidakpuasan yang sewaktu-waktu ketidakpuasan ini akan menimbulkan keberanian untuk mengajukan tuntutan kepada perusahaan. Untuk itu perusahaan harus selalu waspada.

6. Pemogokan

Pemogokan merupakan perwujudan dari ketidakpuasan, kegelisahan, yang menimbulkan tuntutan. Apabila tuntutan tidak berhasil maka akan berakhir dengan pemogokan. Hal ini dapat menimbulkan kelumpuhan bagi perusahaan dengan segala akibatnya. Meskipun pemogokan yang terjadi akhirnya dapat diatasi, ketegangan yang mempengaruhi hubungan atasan dengan bawahan dapat berlangsung cukup lama.

Jadi, semangat kerja rendah terlihat bila individu atau kelompok bertindak dan bersikap apatis, tidak ada keterlibatan dan tidak tertarik pada pekerjaan dan hasil kerja, adanya kelesuan pekerjaan, rasa putus asa dalam diri pekerja, tingkat kemangkiran yang tinggi, keterlambatan, dan perputaran tenaga kerja yang tinggi, dan tingkat kesalahan yang tinggi.

Cara Meningkatkan Semangat Kerja

Setiap perusahaan akan selalu berupaya untuk meningkatkan semangat kerja sesuai dengan batas-batas kemampuan perusahaan tersebut. Untuk meningkatkan semangat kerja karyawan dalam suatu perusahaan dapat dilakukan dengan sesuatu yang bersifat material maupun nonmaterial. Menurut Alex S. Nitisemito (1996 : 171), cara meningkatkan semangat kerja antara lain:

1. Gaji yang cukup

Gaji yang cukup disini maksudnya adalah jumlah gaji yang mampu dibayarkan tanpa menimbulkan kerugian pada perusahaan dan sesuai dengan jasa yang diberikan karyawan sehingga mampu memberikan semangat kerja pada karyawan.

2. Kebutuhan Rohani

Untuk memenuhi kebutuhan rohani perusahaan bukan hanya menyediakan tempat ibadah, tetapi perusahaan harus dapat memenuhi kebutuhan karyawan untuk dihargai, kebutuhan keikutsertaan, ketentraman jiwa, dan lain sebagainya.

3. Harga Diri Karyawan

Banyak cara pemimpin menunjukkan sikap menghargai karyawannya. Misalnya, jika karyawan melakukan kesalahan, pemimpin tidak memarahi didepan umum. Sebaliknya apabila karyawan berprestasi maka berilah ia penghargaan atau pujian.

4. Posisi yang tepat

Ketidaktepatan menentukan posisi karyawan akan menyebabkan pekerjaan menjadi kurang lancar dan tidak dapat memperoleh hasil yang maksimal, disamping itu semangat kerja karyawan akan menurun.

5. Kesempatan untuk maju

Semangat kerja karyawan akan timbul jika mereka mempunyai harapan untuk maju. Oleh karena itu perusahaan harus memberi kesempatan pada karyawan untuk maju.

6. Loyalitas Karyawan

Kesetiaan atau loyalitas perusahaan terhadap karyawan dapat menimbulkan rasa tanggung jawab.Tanggung jawab dapat menciptakan semangat kerja. Untuk menciptakan loyalitas karyawan terhadap perusahaan pemimpin harus mengusahakan agar karyawan merasa senasib dengan perusahaan.

Seorang pemimpin jangan hanya mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi semangat kerja melainkan harus mengetahui juga bagaimana cara meningkatkan semangat kerja karyawan. Banyak cara untuk meningkatkan semangat kerja karyawan, baik yang bersifat material maupun non-material, misalnya gaji yang cukup tapi tidak merugikan perusahaan, penempatan karyawan pada posisi yang tepat, pemenuhan kebutuhan rohani dan cara seorang pemimpin menghargai karyawannya.

Seorang pemimpin yang mengetahui cara meningkatkan semangat kerja dan mengaplikasikannya dalam perusahaan maka akan sangat menguntungkan. Dengan demikian karyawan akan mau bekerja sama dan disiplin untuk mencapai tujuan bersama tanpa paksaan.

Demikianlah uraian mengenai pengertian semangat kerja, indikasi perubahan semangat kerja dan cara meningkatkan semangat kerja. Semoga bermanfaat dan baca juga artikel lainnya.

Tinggalkan komentar